Home
berita
The Meru Eco Tourism Week 2026, Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Komitmen Pariwisata Berkelanjutan

baliprawara.com – The Meru Eco Tourism Week 4th Edition resmi dibuka Sabtu 30 Mei 2026, di Bali Beach Convention Center, Sanur. Event yang digagas sebagai upaya memperkuat masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan, dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, ditandai pemukulan gong.

Co-Founder Eco Tourism Bali, Rahmi Fajar Harini, menegaskan bahwa industri pariwisata harus mulai meninggalkan pola pembangunan yang bersifat ekstraktif.
“Pariwisata masa depan tidak bisa lagi bersifat ekstraktif. Industri ini harus mulai bergerak menjadi kekuatan positif yang ikut menjaga dan meregenerasi alam serta ekosistem di sekitarnya,” ujar Rahmi.

Sementara itu, Co-Founder Eco Tourism Bali lainnya, Suzy Hutomo, menyampaikan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan industri pariwisata. “Sustainability bukan lagi pilihan tambahan dalam industri pariwisata, tetapi menjadi fondasi penting untuk menjaga daya saing dan masa depan Bali sebagai destinasi dunia,” kata Suzy.

Di sisi lain, General Manager The Meru Sanur, Ed Brea, menegaskan bahwa keterlibatan The Meru Sanur sebagai tuan rumah merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung perkembangan pariwisata berkelanjutan di Bali.

Menurutnya, kolaborasi yang terus dibangun bersama Eco Tourism Bali diharapkan mampu menciptakan industri pariwisata yang tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga melindungi lingkungan, menjaga warisan budaya, serta memperkuat komunitas lokal.

Ia juga menyoroti posisi kawasan Sanur sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Wellness yang menunjukkan bagaimana layanan kesehatan, pelestarian lingkungan, budaya, dan pertumbuhan ekonomi dapat berkembang secara berdampingan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

The Meru Eco Tourism Week 4th Edition, berlangsung selama dua hari hingga 31 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Eco Tourism Bali bersama The Meru Sanur, Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI-STIF), dan ACT! Project. Acara tersebut menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong transformasi industri pariwisata Bali menuju praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan budaya.

Mengangkat tema “Tourism as a Force for Good: Regenerating Bali Together”, forum ini mempertemukan pelaku industri pariwisata, akademisi, pemerintah, komunitas, media, hingga penyedia solusi berkelanjutan dalam satu ruang dialog dan aksi bersama.

Penyelenggaraan tahun keempat ini membawa fokus yang semakin kuat terhadap konsep nature positive tourism, sebuah pendekatan yang menempatkan pariwisata tidak hanya sebagai sektor yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga berperan aktif dalam memulihkan alam, menjaga keanekaragaman hayati, serta memperkuat keberlanjutan ekosistem.

Momentum pelaksanaan acara ini juga berdekatan dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia yang jatuh setiap 22 Mei. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan industri pariwisata sangat bergantung pada kesehatan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama sebuah destinasi.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Bali, mulai dari persoalan sampah, perubahan iklim, tekanan terhadap ekosistem pesisir dan daratan, hingga ancaman terhadap nilai budaya lokal, forum ini hadir untuk menegaskan pentingnya peran industri pariwisata dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Selama dua hari pelaksanaan, The Meru Eco Tourism Week menghadirkan beragam agenda yang dirancang untuk memperkuat implementasi keberlanjutan di sektor pariwisata dan hospitality. Beberapa agenda utama yang diselenggarakan meliputi konferensi pers bersama media nasional maupun internasional, panel diskusi, presentasi, serta sesi fireside chat yang menghadirkan para pemimpin industri pariwisata, pembuat kebijakan, praktisi keberlanjutan, dan pakar lingkungan.

Forum ini juga menghadirkan sesi Eco Business Pitch yang memberikan kesempatan bagi penyedia solusi berkelanjutan untuk memperkenalkan inovasi mereka kepada sektor hospitality.
Tidak hanya itu, lebih dari 40 peserta pameran turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai produk, teknologi, dan layanan yang mendukung transformasi industri pariwisata menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha yang telah menjalankan praktik berkelanjutan, acara ini juga menjadi ajang pemberian Eco Climate Badge Award 2025/2026 kepada hotel dan restoran yang telah terverifikasi menerapkan prinsip sustainability dan operasional yang ramah iklim.

Sesi networking lintas sektor turut menjadi bagian penting dalam agenda acara guna memperkuat kolaborasi dan mendorong implementasi nyata berbagai inisiatif keberlanjutan di lapangan. 

Sumber: https://baliprawara.com/the-meru-eco-tourism-week-2026-kolaborasi-lintas-sektor-perkuat-komitmen-pariwisata-berkelanjutan/