Keindahan Bali tidak bisa terlepas dengan keindahan pantai-pantainya sebut saja Pantai Pandawa, Pantai Seminyak, Pantai Legian dan masih banyak lagi. Pantai di Bali juga bukan sekadar tempat wisata alam, melainkan sebagai pusat kehidupan spiritual dan adat masyarakat. Alasan inilah yang membuat peranan pantai di Bali teramat penting.
Namun, saat ini pantai di Bali terancam akibat erosi dan naiknya permukaan air laut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Indonesia, Jepang, dan Turkiye yang diterbitkan pada tanggal 29 Mei di jurnal Regional Studies in Marine Science. Garis pantai Bali menurun menjadi 662,59 kilometer dari sebelumnya 668,64 km terjadi di antara tahun 2016 hingga 2021 dengan rata-rata -1,21 meter per tahun.
Oleh karena itu melalui program Regenerative Bali Program (RBP), pada tanggal 12–13 November 2025, dan juga sebagai peringatan World Tsunami Awareness Day (5 November) dan World Fisheries Day (21 November) Eco Tourism Bali yang didukung oleh Desa Hay dan Potato Head menanam 3.000 bibit mangrove bersama teman-teman dari relawan mahasiswa di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, sebagai upaya menyelamatkan pantai di Bali.

Hari Pertama: Memulai dari Akar Persiapan Media Tanam hingga Distribusi Bibit
Kegiatan dibuka dengan pengisian tanah ke 10 kotak tanam tahap krusial sebelum bibit mangrove dikembangkan lebih lanjut. Sebelum menuju lokasi dengan kano, peserta menerima arahan keselamatan dari I Wayan Pasek Pastika, Ketua Pengelola Ekowisata Mangrove Batu Lumbang.
Setibanya di area, peserta bersama tim Eco Tourism Bali bekerja secara gotong royong menggunakan ember, sekop, dan cangkul menerapkan metode estafet untuk mempercepat pengisian tanah.
Setelah itu kegiatan berpindah ke distribusi 3.000 bibit mangrove dari area wantilan menuju titik penanaman. Prosesnya dilakukan menggunakan boat yang bolak-balik mengangkut 750 bibit setiap perjalanan.
Kembali, metode estafet menjadi kunci efisiensi. Peserta, tim Eco Tourism Bali, dan pengelola ekowisata bergerak serempak, memastikan seluruh bibit berhasil dipindahkan tanpa kerusakan. Distribusi yang efektif ini menjadi pondasi untuk keberhasilan penanaman di hari kedua.

Hari Kedua: Menanam Harapan untuk Pesisir yang Lebih Tangguh
Hari kedua merupakan puncak kegiatan: penanaman ribuan bibit mangrove. Perwakilan Desa Hay turut hadir, diawali sambutan dari Ibu Desi Kurniasih selaku General Manager.
Sebelum menuju titik penanaman, peserta kembali diberikan arahan penggunaan kano oleh Nyoman Sukada dari tim ekowisata. Setelah tiba, koordinator penanaman memberikan penjelasan teknis, mulai dari kedalaman lubang, jarak antar bibit, hingga cara memastikan akar tertanam optimal.
Meskipun cuaca hujan tak kunjung reda, kegiatan tetap berjalan lancar. Semua pihak, mahasiswa relawan, tim Desa Hay, Eco Tourism Bali, dan pihak ekowisata bergotong royong menanam bibit, sekaligus merapikan area sekitar titik tanam.
Sama halnya sektor pangan yang sangat bergantung pada keberlanjutan alam, pemulihan pesisir melalui mangrove juga bagian dari upaya memastikan kesejahteraan dan ketangguhan ekologi Bali di masa mendatang.
Kolaborasi untuk Terus Menjaga Pantai-Pantai Bali
Kegiatan penanaman mangrove dalam program Regenerative Bali Program Desa Hay ini berhasil terlaksana sesuai rencana. Mulai dari persiapan media tanam, distribusi bibit, hingga penanaman di lapangan. Koordinasi yang baik antar lembaga membuat seluruh rangkaian berjalan efektif.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pendanaan, Eco Tourism Bali menyerahkan token of appreciation kepada Ibu Desi Kurniasih. Dukungan ini membuka jalan bagi terlaksananya aksi regeneratif yang berdampak jangka panjang.
Diharapkan ribuan bibit mangrove yang ditanam tahun ini tumbuh optimal, memperkuat pesisir Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, serta memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat sekitarnya, mulai dari perlindungan bencana, peningkatan kualitas perikanan, hingga penguatan kegiatan ekowisata.
Perusahaan Anda juga berkontribusi langsung dalam program Regenerative Bali Program bersama Eco Tourism Bali. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program regeneratif lainnya, silahkan hubungi in**@************li.com
Penulis: Anisa Aulia