• Bali, Indonesia
  • info@ecotourismbali.com
  • Language
  • English
  • Bahasa Indonesia

Jaga Pariwisata Berkelanjutan & Ramah Iklim di Eco Tourism Week 2023, Singgung Kebakaran TPA Suwung Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Jaga Pariwisata Berkelanjutan & Ramah Iklim di Eco Tourism Week 2023, Singgung Kebakaran TPA Suwung, https://bali.tribunnews.com/2023/12/19/jaga-pariwisata-berkelanjutan-ramah-iklim-di-eco-tourism-week-2023-singgung-kebakaran-tpa-suwung. Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani

  • 01 Januari 2024 07:35 AM
  • Eco Tourism Bali

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG –¬†Para pemerhati lingkungan dan¬†pariwisata¬†memberikan sumangsih ilmu pengetahuan dalam ajang¬†Eco¬†Tourism¬†Week¬†2023¬†yang digelar di¬†The¬†Apurva¬†Kempinski¬†Bali¬†di penghujung tahun bulan Desember 2023 ini.¬†

Para pegiat dan asosiasi bersama-sama mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan ramah iklim dengan pelestarian lingkungan di destinasi Рdestinasi wisata.

Acara yang mengusung tema ‚ÄėClimate awareness for a sustainable and climate friendly Bali tourism‚Äô¬†Eco¬†Tourism¬†Week¬†2023¬†ini bertujuan menjaga Bali sebagai destinasi yang lestari dan ramah iklim.

Co-Founder Eco Tourism Bali, Rahmi Fajar Harini bahwa Eco Tourism Week ini merupakan yang kedua kalinya digelar dengan fokus utama pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah iklim.

‚ÄúIndustri¬†pariwisata¬†memiliki peran penting dalam mitigasi risiko terhadap perubahan iklim. Fokus kegiatan ini adalah untuk mempertemukan semua pemangku kepentingan, stakeholder ini,” ujar Harini saat dijumpai Tribun Bali di The Apurva Kempinski

“Tema yang kami angkat menghubungkan sustainability dengan perubahan iklim. Industri¬†pariwisata¬†memiliki peran besar dalam mengatasi risiko perubahan iklim,” imbuhnya.¬†

Lanjut Rahmi, pihaknya telah memusatkan perhatian pada indeks keberlanjutan untuk hotel dari tahun lalu.

Namun, tahun ini, mereka berhasil meluncurkan indeks untuk restoran pada bulan September, yang bertepatan dengan World Tourism Day.

Ia pun menyinggung kebakaran TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Suwung beberapa waktu lalu. 

Dikatakannya bahwa masalah kebakaran tersebut memiliki keterkaitan perubahan iklim, temperatur bumi menjadi yang lebih tinggi menyebabkan sampah menghasilkan gas metana, yang bisa terbakar.

“TPA¬†kebakaran, apa kaitannya apa yang bisa dilakukan, temperatur naik dan sampah yang dihasilkan pelaku industri tidak dipisah organik dan anorganik metan panas memang dunia lebih panas sekarang, kalau tidak melakukan sesuatu bisa beresiko,” ujarnya.

‚ÄúMengatasi isu-isu seperti¬†kebakaran¬†TPA¬†Suwung¬†juga merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kesadaran. Jika kita tidak bertindak, risiko akan meningkat, dan ini dapat mengancam daya tarik¬†pariwisata¬†Bali, mereduce impact dampak negatif lingkungan,” tambah Harini.

Lebih lanjut ia jelaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan pelbagai pihak, asosiasi termasuk The Apurva Kempinski Bali yang juga berkomitmen dalam Eco Tourism Week ini.

‚ÄúDalam Eco Tourism Week ini, kami berharap dapat menarik lebih banyak hotel dan industri untuk bergabung. Saat ini, kami baru menggandeng 20 hotel dan 25 restoran di Bali, tetapi kami yakin acara ini akan menjadi jembatan untuk pertumbuhan nilai ini di masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager of The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet menyampaikan dukungan penuhnya terhadap Eco Tourism Week yang saat ini tengah berlangsung di Bali. 

Menurutnya penting adanya jalinan kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan pariwisata di pulau Bali dari perubahan iklim. 

“Kita harus bergerak bersama, seperti dalam¬†Eco¬†Tourism¬†Week¬†2023¬†ini, berkolaborasi untuk hal yang baik di Bali,” tuturnya.¬†

“Jadi semakin banyak orang yang berpartisipasi maka semakin besar hasilnya. Kami mempunyai keyakinan bahwa kami dapat menyatukan lebih banyak orang karena kami tidak dapat melakukannya sendirian. Ini bukan hanya satu orang,” imbuh Vincent.

Vincent pun menekankan mengenai pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap masalah-masalah lingkungan.

“Ini bukan hanya satu orang. Dengan menciptakan lebih banyak kesadaran dan membawa kesadaran pada permasalahannya, kita bisa melakukannya,” pungkasnya.

Sumber: bali.tribunnews.com