• Bali, Indonesia
  • info@ecotourismbali.com
  • Language
  • English
  • Bahasa Indonesia

Eco Tourism Week Kembali Digelar, Dukung Pariwisata Bali yang Ramah Lingkungan dan Iklim

  • 01 Januari 2024 07:20 AM
  • Eco Tourism Bali

Balinews.id – Dalam upaya memajukan Pariwisata Bali yang berkelanjutan dan ramah iklim, Eco Tourism Bali berkolaborasi dengan The Apurva Kempinski Nusa Dua Bali gelar Eco Tourism Week untuk yang kedua kalinya pada Sabtu (16/12).

Acara ini bertemakan “Climate Awareness for a Sustainable and Climate Friendly Bali Tourism”  turut dihadiri oleh Rizky Handayani selaku Deputi Bidang Industri dan Investasi Menparekraf RI, Vincent Guironnet selaku General Manager The Apurva Kempinski Bali, dan para peserta lainnya.

Setiap tahunnya, Eco Tourism Bali akan memberikan award bagi para pihak yang terus menjalankan aksi penyelamatan lingkungan dan iklim secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmennya untuk memajukan pariwisata Bali yang ramah lingkungan.

Rahmi Fajar Harini selaku CO Founder  COO Eco Tourism Bali menjelaskan bahwa permintaan pasar terhadap hotel dan restaurant berkelanjutan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Melalui acara ini, diharapkan agar seluruh pelaku usaha hingga masyarakat mengerti bahwa terdapat isu yang harus di antisipasi.

“Bersama-sama mari kita manfaatkan peluang ini dan bekerjasama memastikan bahwa Bali akan terus menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan”, ujarnya saat memberikan sambutan.

Dijelaskan, bahwa saat ini tempratur bali meningkat. Ditambah persoalan sampah yang dihasilkan tidak bisa di pisah dari hulu antara sampah organic dan anorganic.

“Contohnya, dapat dilihat dari musibah kebakaran di TPA Suwung Denpasar. Kenapa sih itu bisa terbakar? Apa kaitannya dengan industry pariwisata dan apa sih yang bisa kita lakukan?” Jelasnya.

Ia mengatakan bahwa sampah tersebut terbakar akibat gas metan yang dihasilkan oleh sampah organik.

“Jadi, kalau kita tidak melakukan sesuatu tentunya ada risiko, kalau kebakaran terjadi dimana-mana, kita siap-siap kehilangan Bali dan siapa yang mau terbang ke Bali?” ucapnya saat di wawancarai.

Maka dari itu, acara Eco Tourism Week ini hadir untuk mempertemukan langsung semua stakeholder dari Policy maker, pemerintah, industri serta stakeholder lainnya seperti supply chain dan media untuk menghighlight hal-hal yang diperlukan oleh pariwisata di Bali untuk kedepannya.

Ini bukan kali pertama Eco Tourism Bali melakukan kolaborasi, tentu ada banyak hal positif yang telah didapatkan terutama bagi para pelaku industri pariwisata agar turut menjaga lingkungan dan mencegah perubahan iklim dengan aksi yang nyata. 

Sumber: balinews.id