Home
blog
Peran Konservasi Alam Bagi Ekowisata

Hari Konservasi Alam Nasional merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup yang ada di Indonesia. Hari Konservasi Alam Nasional ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 2009. Hari Konservasi Alam Nasional, atau yang biasa disingkat HKAN, merupakan hari peringatan yang memiliki tujuan untuk mengampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. HKAN juga memiliki tujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam.

Peran konservasi alam bagi industri pariwisata sangat besar. Perkembangan dalam sektor kepariwisataan pada saat ini melahirkan konsep pengembangan pariwisata alternatif yang tepat dan secara aktif membantu menjaga keberlangsungan pemanfaatan alam secara berkelanjutan dengan memperhatikan segala aspek dari pariwisata berkelanjutan yaitu; ekonomi masyarakat, lingkungan, dan sosial-budaya.

Ekowisata merupakan salah satu produk pariwisata alternatif yang mempunyai tujuan seiring dengan pembangunan pariwisata berkelanjutan yaitu pembangunan pariwisata yang secara ekologis memberikan manfaat yang layak secara ekonomi dan adil secara etika, memberikan manfaat sosial terhadap masyarakat guna memenuhi kebutuhan wisatawan dengan tetap memperhatikan kelestarian kehidupan sosial-budaya, dan memberi peluang bagi generasi muda sekarang dan yang akan datang untuk memanfaatkan dan mengembangkannya. Namun, pengembangan ekowisata juga tidak bisa terlepas dari dampak negatif seperti; permasalahan sampah di tempat wisata. Dampak dari penumpukan sampah di area wisata dirasakan oleh lingkungan sekitar. Mulai dari pencemaran ekosistem laut, pencemaran udara, hingga berdampak langsung pada kesehatan manusia. Jika tidak ada tindakan dalam mengatasi permasalahan sampah, maka akan berdampak buruk di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mengurangi penumpukan sampah di tempat wisata sehingga dapat meminimalisir dampak pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah.

Eco Tourism Bali merupakan sebuah bisnis yang berdampak sosial yang membangun komunitas untuk pariwisata berkelanjutan melalui Verifikasi Berkelanjutan untuk Bisnis Akomodasi dan Restoran. Tujuannya adalah untuk mengubah citra Bali menjadi tujuan yang berkelanjutan pada tahun 2030 dan berkontribusi untuk mencapai Netralitas Iklim di industri perhotelan dan pariwisata pada tahun 2050. Eco Tourism Bali memfasilitasi sustainable component dan criteria dimana para pelaku bisnis perhotelan dan makanan serta minuman dapat mengimplementasikan komponen-komponen dan kriteria tersebut. Salah satu manfaat dari sustainable component dan criteria yaitu para pelaku bisnis mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai Pengurangan dan Daur Ulang Limbah. Hal ini dapat membantu para pelaku bisnis untuk melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Tidak hanya itu, dengan melakukan pengelolaan sampah dengan baik di sektor bisnis perhotelan dan restaurant, maka dapat mengurangi limbah yang dapat merusak lingkungan dan menciptakan wisata berkelanjutan di Bali yang mendukung pelestarian ekologi, konservasi alam dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Penulis: Deska Yunita