Home
blog
Bagaimana Pariwisata Mempengaruhi Kelangkaan Air?

Air adalah sumber daya utama dalam pariwisata dan layanan kepada wisatawan sangat bergantung pada sumber air. Air dapat menjadi kendala bagi pembangunan berkelanjutan, batasan kegiatan wisata, dan masalah konflik dengan penduduk setempat mengenai alokasi dan harga, khususnya ketika air merupakan sumber daya yang langka. Sementara pasokan air baru yang inovatif mungkin sulit diperoleh dan mahal (misalnya impor, desalinisasi), konservasi merupakan salah satu cara untuk mengurangi atau memitigasi permintaan (misalnya mendaur ulang limbah atau greywater).

Eco Tourism Bali memiliki standar komponen tentang konservasi dan pengelolaan air. Komponen tersebut terdiri dari penerapan praktik dan teknologi konservasi air di tempat dalam berbagai aspek operasi bisnis, pemrosesan dan penggunaan kembali air limbah, dan pendidikan efisiensi air untuk para staf dan para tamu.

Komponen tersebut terdiri dari 5 kriteria keberlanjutan, mulai dari pendidikan konservasi air, teknik, hingga pengelolaan air limbah, seperti:

    1. Edukasi konservasi air
      Identifikasi jenis dan tingkat intensitas edukasi terkait edukasi konservasi air yang diberikan oleh bisnis kepada staf dan pelanggan.
    2. Peralatan Hemat Air di Dapur
      Identifikasi jenis teknik konservasi air yang diterapkan oleh bisnis pada operasional dapur mereka.
    3. Teknik-Teknik Konservasi Air di Lansekap
      Identifikasi jenis teknik konservasi air yang diterapkan oleh bisnis pada lansekap.
    4. Peralatan Hemat air di Toilet
      Identifikasi jenis teknik konservasi air yang diterapkan oleh bisnis pada operasional toilet mereka.
    5. Pengelolaan Air Limbah
      Identifikasi cara pengolahan, pemanfaatan kembali dan pembuangan air limbah yang dihasilkan dari operasional bisnis.

Tujuan dari komponen tersebut adalah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari tujuan 4, tujuan 6, tujuan 12, tujuan 13. Tujuan 4 adalah memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup untuk semua. Melalui komponen ini, kami dapat mengidentifikasi jenis dan tingkat intensitas pendidikan konservasi air yang diberikan oleh bisnis kepada para staf dan para pelanggan. Tujuan 6 adalah memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Dalam komponen ini, kita dapat mengidentifikasi bagaimana pengelolaan greywater dihasilkan dari operasi bisnis dan bagaimana pengolahan, penggunaan kembali, dan pembuangannya. Tujuan 12 adalah memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Pada komponen ini, Bisnis F&B dapat mengimplementasikan peralatan hemat air di dapur dengan mengidentifikasi jenis teknik konservasi air yang diterapkan oleh bisnis untuk operasional dapur mereka. Selain itu, Bisnis F&B juga dapat menerapkan peralatan konservasi air di toilet dengan mengidentifikasi jenis teknik konservasi air yang diterapkan oleh bisnis untuk operasional toilet mereka. Selain itu, tujuan 13 adalah mengambil tindakan segera untuk memitigasi perubahan iklim dan dampaknya. Melalui komponen ini, Bisnis F&B dapat melakukan penghematan air dengan menerapkan teknik konservasi air.

Penulis: Deska Yunita