Home
blog
World Tourism Day Eco Tourism Bali Dari Sebuah Perayaan Menjadi Gerakan untuk Masa Depan Pariwisata Bali

Setiap tahun, World Tourism Day yang diinisiasi oleh UN Tourism menjadi momentum dan juga pengingat untuk melihat kembali arah perkembangan pariwisata di seluruh dunia. Bagi Eco Tourism Bali, perayaan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi perjalanan yang terus berkembang menghadirkan solusi bagi tantangan pariwisata di Bali dan tentunya Indonesia.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2023, setiap edisi World Tourism Day selalu membawa tema yang relevan dengan kondisi Bali, mulai dari isu keberlanjutan di sektor kuliner hingga membangun ekosistem pariwisata yang lebih tangguh.

World Tourism Day 2023 Memulai dari Industri Kuliner

Perjalanan dimulai melalui World Tourism Day Roadshow 2023 dengan tema Taste of Sustainability. Saat itu, Eco Tourism Bali mengajak restoran dan pelaku industri makanan untuk melihat bagaimana praktik sederhana seperti mengurangi food waste, menggunakan bahan lokal, dan mengelola sampah dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Pada momentum ini, Eco Tourism Bali juga memperkenalkan Guidelines and Indicators for Sustainable Restaurants, sebagai panduan bagi restoran untuk mulai menerapkan praktik keberlanjutan secara bertahap.

World Tourism Day Menghubungkan Pariwisata dan Perubahan Iklim

Di tahun 2024, World Tourism Day kembali hadir dengan fokus pembahasan berkembang melalui tema “Pariwisata Bali: Perubahan Iklim dan Tri Hita Karana.”

Di tengah meningkatnya tantangan seperti perubahan iklim, abrasi pantai, dan persoalan sampah, Eco Tourism Bali mengajak industri melihat bahwa filosofi lokal Tri Hita Karana dapat menjadi fondasi dalam membangun pariwisata yang lebih bertanggung jawab.

Pada tahun yang sama, lahirlah Eco Climate Badge, sebuah program verifikasi keberlanjutan yang membantu hotel dan restoran mengukur sekaligus meningkatkan praktik sustainability mereka secara kredibel.

World Tourism Day 2025 Dari Komitmen Menjadi Aksi

Memasuki tahun 2025, tema “Tourism and Climate Action” membawa pembahasan ke tahap yang lebih nyata.

Eco Tourism Bali meluncurkan Eco Climate Badge 2.0, memperkenalkan Sustainable Procurement Guideline, serta menghadirkan Business Matching Session yang mempertemukan hotel, restoran, dan sustainability suppliers.

Fokusnya bukan lagi sekadar berbagi inspirasi, tetapi menciptakan kolaborasi yang menghasilkan aksi nyata untuk mengurangi dampak lingkungan dan memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan.

Terus Memberikan Dampak dan Membangun Ekosistem Pariwisata yang Lebih Tangguh

Kini, World Tourism Day 2026 hadir dengan tema “Advancing a Resilient Sustainable Tourism Ecosystem through Tourism Intelligence.” yang akan diselenggarakan tanggal 30 September 2026.

Tema ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat kembali masa depan pariwisata tidak hanya bergantung pada destinasi yang indah, tetapi juga pada kemampuan industri untuk beradaptasi melalui data, inovasi, teknologi, dan kolaborasi.

Melalui berbagai sesi diskusi, networking, business matching, dan kolaborasi lintas sektor, Eco Tourism Bali ingin membangun ekosistem yang mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi Bali dan Indonesia.

Dalam empat tahun terakhir, World Tourism Day oleh Eco Tourism Bali telah berkembang dari sebuah roadshow menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas, hingga sustainability innovators.

Perjalanan ini menunjukkan keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, tetapi fondasi penting bagi masa depan pariwisata. Terima kasih kepada semua partner dan juga peserta yang sudah mendukung World Tourism Day dari tahun ke tahun dan sampai bertemu kembali di World Tourism Day tahun ini!